SHUMPEX – Cikal Bakal Blood Vomit: Kisah Black Metal Lamongan 1997–1999

 SHUMPEX: Jejak Awal Musik Underground Lamongan Sebelum Blood Vomit


Pada akhir dekade 1990-an, geliat musik keras di Lamongan dan sekitarnya sedang dalam proses tumbuh dan menemukan bentuknya. Di antara para perintisnya, sebuah nama band yang nyaris terlupakan pernah hidup dan menjadi pondasi awal bagi terbentuknya band death grind bernama Blood Vomit. Band itu adalah SHUMPEX, sebuah unit musik yang lahir dari semangat black metal dan cita rasa eksperimentasi anak-anak muda di ujung utara Jawa Timur.


Asal Usul SHUMPEX


SHUMPEX terbentuk sekitar tahun 1997, digagas oleh tiga sahabat lama: Tahmid Fadholi (Paciran), Agus, dan Latif Plengeh (Blimbing). Nama "SHUMPEX" sendiri muncul secara tidak sengaja di antara mereka karena dirasa sesuai dengan karakter musik yang mereka usung, yakni black metal yang kelam dan keras. Dalam band ini, Tahmid memegang peran sebagai bassis, sementara peran motor utama dalam arah musikal dan aktivitas band banyak dijalankan oleh Agus. Mereka memulai perjalanan dengan semangat DIY, berlatih di sebuah rumah kosong milik Agus di daerah Blimbing. Untuk bisa latihan, salah satu anggotanya Tahmid harus menempuh perjalanan dari gang Sorasem, Paciran, dengan angkot—sebuah bukti dedikasi yang luar biasa terhadap musik yang mereka cintai.

Mereka pernah membuat kaos band SHUMPEX yang berdesain warna putih polos dan tulisan 4 tulisan shumpex di depan dan di belakang dan itu dipakai buat foto album demo.


Genre dan Ciri Musik


Pada awalnya, SHUMPEX mengusung black metal sebagai fondasi musikal mereka. Gaya yang mereka mainkan berbeda dari arah Blood Vomit di kemudian hari. Nuansa kelam, riff gitar tajam, serta atmosfer mentah menjadi karakter khas SHUMPEX di era itu.


Pentas dan Aksi Panggung


Meski tidak banyak arsip yang tersisa, SHUMPEX tercatat pernah tampil di sejumlah gig penting:


Gedung Cak Durasim, Surabaya


Event di Lamongan


Bangkalan, Madura


Tanjung Kodok, Paciran


Salah satu dokumentasi paling berharga adalah foto penampilan Shumpex saat manggung di Gedung Cak Durasim—sayangnya, foto itu kini tersimpan digedung lama.


Akhir SHUMPEX dan Lahirnya Blood Vomit


Menjelang akhir tahun 1999, Tahmid harus meninggalkan SHUMPEX karena pekerjaan yang membawanya ke Malaysia. Namun, kepergian itu bukan berarti akhir dari kontribusinya. Ia tetap terlibat secara tidak langsung dalam proyek awal Blood Vomit, termasuk menyumbangkan beberapa bassline dan riff untuk album Save the World. Meskipun kontribusinya tak tercatat secara resmi dalam arsip atau rilisan, semangat dan kreativitas hidup dalam rekaman awal band tersebut.


Kenangan yang Belum Terdokumentasi


Shumpex pernah mengirim rekaman demo SHUMPEX ke radio underground di Surabaya, meski nama salurannya kini terlupakan. Tidak ada dokumentasi digital atau cetak yang berhasil ditemukan hingga saat ini. Namun, ingatan dan cerita lisan dari keluarga serta rekan-rekan menjadi bukti bahwa SHUMPEX bukan sekadar mitos dalam sejarah musik keras Lamongan.


Penutup


Cerita SHUMPEX adalah narasi penting yang nyaris hilang dalam sejarah musik bawah tanah Jawa Timur. Ini adalah bukti bahwa sebelum Blood Vomit berdiri tegak sebagai band death grind, telah ada fondasi yang dibangun dengan keringat, semangat, dan keberanian anak-anak muda.

Kini, dokumentasi ini hadir sebagai upaya menghidupkan kembali jejak mereka. Sebuah penghormatan pada para pelopor yang mungkin tak tercatat di majalah, namun hidup di ingatan dan semangat generasi berikutnya.

Komentar